|
Astronomy
|
|
Written by Anima
|
|
Monday, 21 December 2009 13:45 |
|
lanjutan dari Part 1 dan Part 2
3. Energi Gelap
Para kosmologis, seperti Profesor Carlos Frenk dari Universitas Durham, ingin mengetahui seluruh sejarah alam semesta, jadi masalah materi gelap adalah suatu hal yang sangat menarik bagi dirinya, Ia lalu ingin menyelidiki berapa banyak jumlah materi gelap di alam semetsa. Dengan menelusuri jejak dari Big Bang, mereka mendapatkan perkiraan tentang berapa banyak materi yang ada di alam semesta saat ini, dan dengan menghitung banyaknya bintang-bintang di angkasa, kita telah mengetahui bahwa materi biasa membentuk 4% dari alam semesta, jadi para kosmologis mengira 96% sisanya terbuat dari materi gelap. Pada awal tahun 90'an, Carlos Frenk mendapat kesempatan untuk ikut serta salam sebuah eksperimen untuk mengetahui berapa banyak jumlah materi gelap di alam semesta, dan hasil yang mereka dapatkan jauh lebih rendah dari apa yang mereka harapkan, sekitar lima kali lipat lebih rendah dari apa yang mereka harapkan. Carlos Frenk tidak mempercayai hasil yang ia dapat, alam semesta menjadi terlihat sangat aneh baginya. Sebuah masalah baru muncul, sebuah teka-teki sebesar 75% dari alam semesta muncul ke permukaan, menunggu untuk sebuah jawaban, dan jawaban tersebut datang pada tahun 1998
|
|
Last Updated on Monday, 21 December 2009 13:48 |
|
Read more...
|
|
Astronomy
|
|
Written by Anima
|
|
Monday, 21 December 2009 13:36 |
|
lanjutan dari Part 1
2. Pencarian Materi Gelap
Istilah "Materi Gelap" mungkin terdengar eksotis dan misterius, tapi pada kenyataanya sebagian besar benda di sekeliling kita gelap, kecuali kita memancarkan cahaya kepada benda-benda tersebut. Jadi materi gelap yang memberi kekuatan gravitasi tambahan pada galaksi-galaksi bisa saja benda-benda biasa yang ada di sekeliling kita yang tdak memancarkan cahaya, dan itulah hal pertama yang para ilmuwan cari. Para astronomer mengukur awan gas, planet, lubang hitam, kurcaci putih , kurcaci coklat, kurcaci merah, semua benda di angkasa yang tidak atau sedikit memancarkan cahaya, objek-objek tersebut disebut MACHO (Massive Compact Halo Objects), Para astronomer menghitung jumlah MACHO pada suatu galaksi untuk mengetahui identitas sebenarnya dari Materi gelap, namun mereka menemukan bahwa jumlah MACHO tidaklah cukup unuk menimbulkan efek gravitasi yang cukup untuk menggambarkan Materi Gelap, mereka memperkirakan hanya 20% dari total semua materi gelap yang ada di galaksi adalah MACHO. Jadi jika materi gelap bukanlah materi biasa yang sulit untuk dilihat, maka materi gelap mungkinlah sesuatu yang mustahil untuk dilihat, sesuatu yang tidak terbuat dari atom.
|
|
Last Updated on Monday, 21 December 2009 13:46 |
|
Read more...
|
|
|
Astronomy
|
|
Written by Anima
|
|
Monday, 21 December 2009 13:25 |
|
1 Penemuan Materi Gelap
Pada pertengahan tahun dekade 70'an ilmu pengetahuan sedang berkembang pesat, para dokter dapat menyembuhkan cacar air, para ilmuwan roket dapat mengirim orang ke bulan, dan para fisikawan telah mengetahui apa yang membangun alam semesta, dan mengira tidak ada yang hilang sama sekali. Namun kemudian, dua orang Profesor dari Universitas Princeton, Profesor James Peebles dan Profesor Jeremiah Ostriker, mencoba menghitung berapa banyak massa yang ada di alam semesta. Mereka mencoba membuat simulasi alam semesta dengan komputer, namun ada masalah, galaksi simulasi yang mereka coba buat selalu hancur berantakan. Mereka mencoba membuat model bimasakti pada komputer, mereka memasukkan apa yang mereka lihat di langit ke komputer, namun semua percobaan mereka selalu menghasilkan galaksi yang hancur pada rotasi pertamanya. Solusi masalah ini sebenarnya sangat sederhana, mereka hanya perlu menambahkan lebih banyak materi dalam galaksi mereka, karena dalam teori, lebih banyak materi akan menimbulkan gravitasi yang lebih kuat, dan gravitasi yang lebih kuat akan menghentikan benda-benda beterbangan ke segala arah, masalahnya adalah pada kenyataannya, materi tambahan tersebut tidak ada, maka mereka menciptakannya, dan menamakannya Dark Matter, Materi Gelap
|
|
Last Updated on Monday, 21 December 2009 13:47 |
|
Read more...
|
|
Mathematic
|
|
Written by Shin Himura
|
|
Friday, 04 December 2009 15:17 |
|
Bagaimana caramu menuliskan sepuluh? Dengan "10"? Atau mungkin dengan huruf romawi "X". Pernahkah terpikir kalau sepuluh bisa juga dituliskan dengan "1010", atau "12", atau "A". Emang bisa? Mari, sini sensei jelaskan.
|
|
Last Updated on Friday, 04 December 2009 15:31 |
|
Read more...
|
|